December 31, 2010

Mengapa Membuat Resolusi Tahun Baru Saya Anggap Penting








Bagi perusahaan manapun, akhir tahun adalah saat untuk mengevaluasi kinerja selama tahun yang akan ditinggalkan. Selanjutnya, mereka melakukan berbagai konsolidasi internal dan eksternal agar kinerja di tahun yang akan dijelang akan bisa lebih baik lagi.

Demikian juga bagi sebagian besar orang. Mereka melakukan evaluasi dengan melakukan refleksi atas setiap langkah yang telah dilalui dan menyiapkan langkah yang lebih baik lagi. Sebagian lagi menindaklanjutinya dengan membuat resolusi mengenai keinginan dan harapan sebagai target yang hendak dicapai di tahun selanjutnya. Tidak terkecuali dengan saya yang tentunya bukan sekedar latah.

Kenapa membuat resolusi itu saya anggap penting?

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya dimana saya tidak membuat resolusi yang saya catatkan sehingga saya tidak bisa melakukan evaluasi setiap bulannya dan yang utama, saya hanya ingin lebih bisa menata diri saya dengan lebih baik (well-managed).
Berikut adalah beberapa alasan mengapa membuat resolusi itu penting bagi saya.

1. Sebagai patokan atau pedoman bagi saya mengenai harapan-harapan yang saya inginkan terhadap setiap hal yang saya lakukan sehingga saya bisa lebih fokus (tidak misleading).

2. Sebagai pedoman bagi saya untuk mencari sisi-sisi yang salah (what went wrong) bila ada hasil yang tidak sejalan dengan harapan yang telah saya tentukan.

3. Sebagai pedoman bagi saya untuk mencari rumusan baru atau terobosan baru bila rencana-rencana awal yang telah saya tetapkan tidak bekerja maksimal.

Beberapa hal yang menurut saya perlu saya catatkan sebagai bagian resolusi saya

1. Hubungan saya dengan Sang Khalik.

Ini merupakan hal yang paling utama dan krusial. Sebagai manusia ciptaan-Nya, sudah pasti segala acuan yang kita buat dan susun mesti mempertimbangkan keridhaan-Nya. Ini sebagai sujud syukur kita sebagai hamba-Nya.

2. Rencana keuangan saya

Faktor keuangan adalah hal yang krusial. Tidak seorang pun yang ingin berlaku seperti kata pepatah: ‘Besar pasak daripada tiang’. Begitu juga dengan saya. Dengan menuliskan dan "strict" dengan rencana keuangan harian dan bulanan, maka saya akan dapat lebih bijak lagi dalam menata "cashflow" saya.

3. Membuat skala-prioritas dalam pekerjaan saya

Membuat prioritas dalam pekerjaan yang saya maksudkan di sini adalah memprioritaskan hal-hal yang utama (first things first) yang berhubungan pekerjaan yang saya lakukan dengan membuat daftar "Do’s and Don’t’s".

4. Memperbaiki hubungan sosial.

Sebagai seorang muslim, tentunya saya harus sadar bahwa selain memperbaiki hubungan dengan sang Khalik, saya juga harus memperbaiki diri saya dengan sesama. Selain itu, sebagai makhluk sosial, sudah pasti kita memerlukan orang lain. Menyeleksi atau memprioritaskan teman-teman pergaulan bukan berarti saya memilih teman-teman berdasarkan strata sosial tetapi tentunya memprioritas untuk bersosialisasi dengan mereka yang akan memberikan manfaat bagi saya dan sesama.

Jakarta- Somewhere Around New Year’s Eve

No comments:

Post a Comment